Showing posts with label kp3 primata. Show all posts
Showing posts with label kp3 primata. Show all posts

Wednesday, November 20, 2024

Gibbon Camp 2024, perayaan hari Owa sedunia

 Oleh : Nurlita Uswatun Khasanah dan Dinka Aulia Nurul Ikhsan

lokasi camping

Setiap tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Owa Sedunia. Hal tersebut sebagai bentuk pengingat pentingnya keberadaan jenis satwa ini. Peran ekologis sebagai penyebar biji di hutan yang begi tu penting menjadikan satwa ini sangat perlu dijaga kelestariannya. Owa jawa sebagai primata endemik jawa juga mempunyai nilai sosial sebagai indentitas global. Oleh karena itu, Kelompok Pengamat, Peneliti, dan Pemerhati Primata (KP3 Primata) UGM bekerja sama dengan SwaraOwa menyelenggarakan acara Gibbon Camp ini sebagai bagian acara peringatan Hari Owa Sedunia.

Tujuan acara ini adalah 1) untuk kampanye menyuarakan dan juga menyebarluaskan kesadaran konservasi kepada khalayak dan khususnya untuk anggota KP3 Primata terkait dengan Konservasi Owa. 2)Meninformasikan status keberadaan Owa dan habitat aslinya kepada khalayak umum.

Tanggal 1-3 November 2024, bertempat di Welo Asri sebanyak 15 peserta gibbon camp berkumpul di area camping ground welo asri, desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono. Acara dibuka oleh ketua pokdarwis WeloAsri mas Muhammad Kuswoto dan pengantar diskusi  dan pengenalan konservasi Owa di Petungkriyono dari Swaraowa oleh  mas Wawan.

Peserta Gibbon Camp 2024

Tanggal 2 November pengamatan dilakukan dengan jalan kaki sepanjang kuranglebih 2-3 km dari Sokokembang ke Kroyakan, dibagi menjadi tiga kelompok yang masing kelompok ada setidaknya 5 orang dengan 1 guide dari swaraOwa. Dimulai dari jam 6.30 hingga jam 9.30 menjumpai 4 individu Rekrekan ( Presbytis fredericae), 14 individu Lutung jawa ( Trachypithecus auratus), dan 4 individu Monyet Ekor Panjang ( Macaca fascicularis). Siang hari dan sore hari karena hari hujan kegiatan pengamatan di hentikan.

Tanggal 3 November pengamatan dilakukan disekitar welo asri, dan sangat beruntung sekali kami bisa melihat Owa jawa,ada 3 kelompok owa yang kami amati dari sekitar welo asri, dengan total 9 individu. Mencatatkan jumlah individu owa teramati  terbanyak dalam waktu kurang lebih 2 jam, di satu lokasi.

Rekrekan ( Presbytis fredericae)

Owa Jawa ( Hylobates moloch)

Lutun Jawa ( Trachypithecus auratus)


Monyet Ekor Panjang ( Macaca fascicularis)

Pengamatan di Weloasri 

Laporan lengkap kegiatan gibbon Camp ini dapat di baca disini, terimakasih utuk swaraOwa dan semua pihak yang terlibat. Sampai jumpa di gibbon camp selanjutnya

Thursday, October 20, 2016

Pelatihan Bagi Calon Peneliti Primata

Oleh Bagas Adhi Kumoro (kumorobagas@yahoo.co.id)
Anggota KP3 Primata Fakultas Kehutanan UGM

Pelatihan Metode Survey Primata merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh Coffee and Primate Conservation Project di wilayah sebaran primata endemik di wilayah Jawa Tengah ,bekerjasama dengan KP3 Primata Forestation UGM yang ditujukan bagi calon peneliti muda khususnya peneliti primata, dan membagun jaringan pegiat dan pelestari primata pada umumnya. Sebagai seorang mahasiswa yang tertarik akan kehidupan primata. Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 7 – 9 Oktober 2016 di Dusun Sokokembang, Desa Kayupuring, Petungkriyono, Pekalongan. Peserta yang hadir pada pelatihan ini berasal dari berbagai daerah, daerah terdekat berasal dari Pekalongan sendiri, ada juga yang dari Jakarta, Yogjakarta, Semarang, Purwokerto, dan yang terjauh berasal dari Pulau Siberut, Mentawai. Peserta mewakili beberapa kelompok studi di Universitas, Pecinta Alam, Staff Perhutani KPH Pekalongan Timur dan anggota LMDH di Kabupaten Pekalongan.

Materi pertama dimulai pukul 20.00 tanggal 7 Oktober 2016 dengan pokok bahasan line transect yang diberikan oleh Mas Wawan dari SwaraOwa Pada materi pertama ini disambut sangat antusias oleh peserta. Antusias peserta dibuktikan dari banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan, diskusi pun banyak terjadi dalam ruang materi. Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 22.00, diskusi harus dihentikan karena memasuki waktu istirahat. Pelaksanaan esok hari 8 Oktober 2016 akan banyak berada di lapangan dan itu akan menyita tenaga sehingga dibutuhkan waktu istirahat yang cukup.

Pengenalan metode survey primata line transect dan vocal count-triangulasi

Pagi itu pukul 6 matahari sudah menampakkan sinar tetapi ada suasana yang berbeda dari biasanya. Suasana pagi 8 Oktober 2016 lebih sunyi dari pagi-pagi biasanya. Kekhasan perilaku bersuara owa jawa yang dikenal sebagai morning call tidak terdengar pagi itu, padahal biasanya suara owa sudah mulai terdengar sejak pukul 5. Mbak Maida yang dulu pernah melakukan penelitian tentang karakteristik suara owa jawa menduga pagi itu owa belum bersuara karena semalaman hujan.

Suara owa yang belum terdengar tidak mematahkan semangat kami untuk menuju ke lapangan dan mempraktikan materi semalam. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok untuk menuju ke lokasi yang telah ditentukan untuk mempraktekan metode line transect. Saat perjalanan menuju lokasi, suara owa jawa mulai terdengar. Dari praktek metode line transect yang dilakukan, mendapatkan hasil owa jawa, monyet ekor panjang, dan lutung jawa.
peserta menerapkan langsung di lapangan metode survey primata
Setelah mencoba metode line transect pelatihan dilanjutkan dengan menganalisis hasil. Analisis hasil ini merupakan akhir dari materi pertama, kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan materi mengenai vocal count yang diberikan oleh Mbak Salma (mahasiswa Biologi UGM yang pernah melakukan penelitian menghitung populasi owa jawa menggunakan metode vocal count) dan Mbak Maida (mahasiswa Biologi UNJ yang pernah melakukan penelitian tentang karakteristik suara owa jawa). Metode vocal count adalah metode penaksiran populasi berdasarkan suara satwa, metode ini cocok dilakukan untuk menghitung populasi satwa yang memiliki perilaku bersuara. Mbak Maida mengatakan bahwa tiap individu owa jawa memiliki karakteristik suara yang berbeda sehingga tiap kelompok dapat diidentifikasi tanpa melihat secara langsung. Materi vocal count  dipraktekan di lapangan pagi tanggal  9 Oktober 2016.
Analisis data setelah dari lapangan 
Sekitar pukul 5 sore kegiatan dilanjutkan dengan sharing penelitian mengenai rekrekan (Presbytis comata) di sekitar lereng Gunung Merbabu oleh Mbak Kasih Putri. Sharing ini berkaitan dengan primata yang berada di hutan sekitar Dusun Sokokembang, primata yang ada yaitu owa jawa, rekrekan, lutung jawa, monyet ekor panjang, dan kukang jawa. Mbak Kasih Putri mengatakan bahwa rekrekan di sekitar lereng Gunung Merbabu belum banyak diteliti.
Materi ketiga dilaksanakan malam hari bersama dengan Mbak Winar dari KukangID tentang metode pengamatan satwa nokturnal, khususnya kukang jawa. Mbak Winar menjelaskan bahwa mata satwa nokturnal akan memantulkan cahaya lampu sehingga memberikan pantulan warna yang berbeda-beda tiap satwa. Malam itu memang terasa melelahkan karena pagi tadi telah melakukan perjalanan yang cukup lama tetapi ketika peserta diajak untuk mempraktekan metode ini menjadi bersemangat kembali. Setelah pengamatan diakhiri dengan melaporkan satwa nokturnal apa saja yang ditemukan. Materi ketiga ini menjadi penutup pelatihan metode survey primata hari kedua.
Owajawa yang teramati ketika pelatihan 
Hari ketiga 9 Oktober 2016 saatnya peserta mempraktekan metode vocal count. Peserta dibagi menjadi 3 kelompok dan menuju ke lokasi masing-masing sejak pukul 6 pagi.  Peserta berusaha tiba di lokasi sebelum owa jawa melakukan morning call. Syarat pemilihan lokasi untuk mendengarkan suara yaitu jauh dari gangguan suara lain seperti suara sungai dan kendaraan agar suara owa terdengar jelas. Selama perjalanan menuju ke lokasi yang jauh dari gangguan suara, owa jawa sudah mulai bersuara, pagi ini suara owa lebih banyak terdengar dibandingkan hari sebelumnya. Sesampainya di lokasi yang perlu dilakukan hanya fokus mendengarkan suara owa jawa kemudian memperkirakan arah datangnya suara owa dan jarak owa yang bersuara serta berkoordinasi dengan kelompok lain apakah mendengar suara yang sama. Metode ini dipraktekan sampai pukul 9.
Setelah mempraktekan metode di lapangan langkah selanjutnya menganalisis data yang telah didapatkan, analisis data ini dipandu oleh Mas Wawan dan Mbak Salma. Analisis dilakukan dengan menggabungkan semua data arah owa jawa bersuara dari 3 lokasi pengamatan berbeda dan dicari titik perpotongannya. Titik perpotongan itu diasumsikan sebagai lokasi owa jawa yang bersuara. Analisis data vocal count menjadi acara penutup kegiatan Pelatihan Metode Survey Primata. Waktu yang cukup padat untuk mempelajari 3 metode survey primata. Ucapan terimakasih untuk semua pihak yang terlibat, warga Sokokembang, LMDH desa Kayupuring, para sponsor Fortwayne Children’s Zoo, Ostrava Zoo, Wildlife Reserve Singapore , kopi Owa Sokokembang dan SwaraOwa.
Foto bersama seluruh peserta


Tuesday, October 27, 2015

Pelatihan Metode survey Primata : Jalur khusus melestarikan Primata Indonesia

Di tulis oleh : 
Novia Rachmawati  (email : srikandinovia@gmail.com) dan Tungga Dewi H.P (tdhp25@gmail.com)
Peserta Pelatihan Survey Primata 2015

Perkenalkan kami Novia dan Tungga. Kali ini kami di berikesempatan untuk menulis di blog SwaraOwa, dan berkontribusi dalam kegiatan “Coffee and Primate Conservation Project 2015”-(CPCP 2015).  
Kuranglebih bulan Mei 2015, dari CPCP mengontak kami sebagai kelompok studi primata yang aktif di Fakultas Kehutanan UGM, untuk belajar bersama tentang primata Indonesia khususnya Owa Jawa, dan  menceritakan bahwa ada kegiatan tahunan yang tahun ini akan di lakukan terkait proyek konservasi owa di Jawa Tengah. Kami dan teman-teman menyambut baik ide ini dan akhirnya bersama teman-teman di KP3 Primata berdiskusi panjang tentang teknis pelaksanaan kegiatan ini.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk melestarikan habitat Owa Jawa yang ada di bagian barat Pegunungan Dieng hususnya yang masuk di wilayah Kabupaten Pekalongan, Kecamatan Petungkriyono melalui penelitian, dan keterlibatan komunitas lokal. Kami akan mendorong peneliti-peneliti muda dan pegiat konservasi melalui pelatihan dan praktek lapangan. Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong munculnya peneliti-peneliti muda di wilayah habitat primata dan sekaligus membangun jaringan pegiat pelestari primata di Indonesia pada umumnya.
Kegiatan pelatihan metode survey primata dilaksanakan pada tanggal 14-16 September 2015 yang diikuti oleh 23 peserta. Peserta yang datang berasal dari UNS, UNY, UGM, AMIKOM Purwokerto, UNNAS, UNSOED, IAR, BKSDA dan Perhutani. Pembicara yang datang berasal dari IAR (mbak Winar), dari PERHAPPI  (Mbak Ike). Mayoritas peserta berasal dari Fakultas Biologi. Para peserta dan panitia menginap di rumah Pak Tasuri, dusun Sokokembang, Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono
hutan habitat Primata di Sokokembang
 Kegiatan pada hari pertama dimulai pada malam hari dengan pematerian tentang metode line transect dan pengamatan satwa nocturnal. Keesokan harinya, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempraktikkan metode line transect. Saat sore hari, data yang telah di dapat oleh para peserta di analisis yang dipandu langsung oleh mas wawan. Selain analisis data juga dilakukan evaluasi mengenai kegiatan pengamatan line transect. Tiap kelompok menceritakan hasil dari pengamatan dengan metode line transect dan dilanjutkan dengan pemberian materi dari Mbak Ike. Setelah Ishoma dilanjutkan dengan pemberian materi vocal count oleh Mas Wawan lalu dilanjutkan dengan pengamatan satwa nocturnal disekitar jalan Desa Sokokembang.

praktek pengambilan data Linetransect

Vocal count digunakan untuk mengetahui jumlah kelompok Owa Jawa yang ada di Hutan Lindung Petungkriyono. Pengambilan data vocal count harus dilakukan pagi-pagi yaitu pada pukul 5-9 pagi saja, karena Owa Jawa paling aktif bersuara pada waktu tersebut. Semua peserta dan pemateri ikut mengamati Owa Jawa dan dipandu oleh Mbak Maida ( Mahasiswa UNJ yang sedang mengambil data skripsi tentang perbedaan suara tiap kelompok Owa Jawa), mbak Lia yang dulu juga mengambil data skripsi owa jawa dengan metode vocal count.
Setelah pengambilan data, semua peserta dan pemateri kembali ke rumah Pak Tasuri untuk sarapan dan packing. Setelah sarapan, dilakukan analisis dan evaluasi mengenai pengamatan Owa Jawa dengan metode Vocal count. Pada pukul 12.00 WIB dilakukan penutupan acara dan setelah itu semua peserta diantarkan pulang oleh panitia.
group diskusi, analisis data line transect

Banyak hal yang berkesan selama mengikuti acara ini, mulai dari perjalanan menuju petungkriyono yang cukup panjang, bertemu teman-teman dari berbagai universitas, berbagi cerita tentang kegiatan apa saja yang ada di fakultas mereka, ingin skripsi dengan tema apa dan kebersamaan selama acara berlangsung, menikmati hidup tanpa adanya listrik dan susahnya mencari sinyal serta melihat kondisi ekosistem hutan lindung yang masih sangat bagus. Banyak ilmu yang kami dapat dari acara ini, mulai dari metode apa saja yang digunakan untuk pengamatan satwa khususnya primata, pengalaman para peserta dan pemateri  dan juga cara membuat kopi yang enak.
nyeduh kopi Owa menjadi acara tambahan

Oh ya, kegiatan ini selain jadi agenda tahunan pelestarian Owa Jawa di Jawa Tengah, juga telah di dukung oleh beberapa lembaga konservasi internasional, diantarana Fortwayne Children's Zoo, Wildlife Reserve Singapore dan Ostrava Zoo. Terimakasih untuk semua yang telah terlibat.