Monday, June 11, 2018

Diskusi Komunitas : Menyebarkan pesan Konservasi


Menyebarluaskan pesan konservasi dan pengalaman lapangan sering kali kita coba di kalangan yang sudah mengenal atau mempunyai latar belakang primata dan konservasi alam. Berbagai komunitas atau forum diskusi sangat beragam dan sepertinya beberapa tahun terakhir ini juga mulai marak kembali, meskipun banyak di antaranya bersifat fun , namun melalui komunitas-komunitas seperti ini pesan-pesan konservasi dapat menembus batas-batas pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan konservasi.
Seluruh peserta diskusi  (Foto :GPYID)


Kesempatan berharga bulan Ramadhan 2018, tim swaraowa bertemu dengan salah satu komunitas anak muda di Yogyakarta, yang tergabung dalam Greepeace Youth Indonesia Yogyakarta (GPYID). Awal mula pertemuan ini adalah, salah satu anggota GPYID ini pernah ikut dalam acara pelatihan metode survey primata tahun 2017 lalu. Dan inilah yang menjadi tujuan kegiatan pelatihan itu, yaitu membangun jaringan untuk pelestarian Owa jawa.
diskusi berjalan santai namun berkualitas (Foto : GPYID)

Sangat sederhana acara sore itu tanggal 3 Juni 2018, bertempat di AOA resto and  creative space,  di wilayah Seturan Yogyakarta, kurang lebih 25 peserta anak-anak muda GPYI dengan beragam latar belakang pendidikan dan pekerjaan berkumpul. Waktu 2 jam sepertinya sangat singkat, dan diskusi berkualitas, hangat berjalan dengan cerita –cerita lapangan kegiatan swaraowa yang awalnya hanya penelitian primata di jawa tengah, berkembang kearah pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat site, habitat asli Owa Jawa.
Owa coffee sebagai media pembawa pesan konservasi (Foto : GPYID)

Pertanyaan kritis dan tajam juga di sampaikan peserta, mulai dari owa jawa itu sendiri, apakah beda antara monyet dan kera? Dampak wisata yang sedang berkembang di habitat Owa khusunya di Petungkriyono, hingga kebijakan pembangunan yang ramah hutan dan Owa. Produk-produk lokal berasal dari hutan dan sekitarnya merupakan potensi lokal yang tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, namun juga secara ekologi sangat penting untuk dipertahankan, sementara keberlanjutan dan kelestarian menjadi tantangan yang harus di hadapi. Tentunya hal ini menjadi penyemangat tim swaraowa bahwa hal kecil yang bisa kita lakukan saat ini masih terus berkembang dan banyak tantang kedepan untuk menyelamatkan salah satu identitas di Pulau Jawa ini.
Ucapan terimakasih kepada GPYID atas terselenggaranya acara ini dan foto-foto berikut adalah dokumentasi dari panitia diskusi sore itu.

Salam hijau.