Showing posts with label kopi pekalongan. Show all posts
Showing posts with label kopi pekalongan. Show all posts

Tuesday, September 22, 2020

“Beasiswa KOPI OWA”



Program “Kopi dan Konservasi Primata 2020 -SWARAOWA, mengajak anda berkontribusi melalui pembelian Kopi “jungle bean” dari habitat Owa Jawa, seharga Rp 120.000,00 anda akan mendapatkan 2 bungkus kopi Arabica dan Robusta. Keuntungan penjualan kopi ini akan di gunakan untuk biasiswa penelitian Owa jawa dan burung Raja Udang Kalung Biru, di Hutan Petungkriyono,Kab.Pekalongan, Jawa Tengah.

Owa Jawa 



Burung Raja Udang Kalung Biru

Saat ini ada 2 mahasiswa yang akan melakukan penelitian tentang perilaku bersuara Owa Jawa (Hylobates moloch), dan Distribusi dan habitat burung Raja Udang Kalung biru (Alcedo euryzona). Tentang burung Raja Udang Kalung Biru ini merupakan burung langka terancam punah (Critically Endangered) yang di temukan tahun 2018 oleh tim SWARAOWA.

Pembelian kopi ini juga menjaga produksi kopi Owa di masa pandemic, dimana sangat terdampak karena tutupnya outlet-outlet/coffee shop jaringan kopi Owa saat ini. Dukungan anda sangat penting tidak hanya untuk mendukung penelitian satwa terancam punah tetapi juga mondorong warga sekitar hutan untuk tetap produktif dan menjaga kelestarian hutan.

Sampai bulan Desember 2020, penelitian ini membutuhkan dana kurang lebih Rp 30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) dan saat ini sudah ada dana Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) untuk kegiatan kelapangan bulan September-November 2020. Penggalangan dana ini akan kami buka sampai akhir bulan November 2020, dan juga akan menjadi sekema berkelanjutan untuk upaya pelestarian primata dan burung langka di wilayah Jawa Tengah. Ikuti terus perkembangan kegiatan kami di sosial media SWARAOWA.

Pembelian bisa kopi kami layani melalui OWA COFFEE, no WA : 0823 1377 2667, Instagram dan twitter Owa Coffee, juga tokopedia : https://www.tokopedia.com/owacoffee

Monday, July 31, 2017

Kopi untuk Owa Jawa


Inisiasi konservasi primata, Owa jawa, melalui kegiatan “Kopi dan Konservasi Primata” bulan agustus ini telah berhasil menembus komunitas global, khususnya di wilayah Asia. “Kopi dan Konservasi Primata” yang kita mulai sejak tahun 2012, di dusun Sokokembang, Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, melalui produk kopi Owa,  setidaknya telah di kenal di masyarat internasional. Meskipun presentasi kegiatan ini juga pernah di lakukan di Vietnam (2014) dan Chicago (2016), baru tahun ini kita mencoba ikut dalam forum peminat dan pecinta kopi.   Kalau acara sebelum-sebelumnya presentasi di komunitas pegiat  dan peneliti primata, kali ini kami mencoba mengarusutamakan upaya pelestarian primata Indonesia Owajawa di komunitas kopi dunia. Mengenalkan Owajawa dan kegiatan konservasinya untuk para penikmat kopi.
tim swaraOwa
Bekerjasama dengan Wildlife reserve Singapore, kami berpartisipasi dalam acara Singapore coffee festival, tanggal 4-6 Agustus 2017. Dan mulai tanggal tersebut juga kopi Owa resmi di jual di outlet di kebun binantang singapura.   

kopi Owa di acara festival kopi Singapura
Proyek Kopi dan Konservasi Primata ini setidaknya telah membawa pengalaman baru bagi tim swaraOwa untuk membangun sebuah inisiasi dari bawah untuk kegiatan upaya pelestarian primata. Tidak hanya melakukan kegiatan penelitian, namun dengan kegiatan ini kita setidaknya telah berhasil membuat sekema  ekonomi berkelanjutan untuk konservasi Owa Jawa, khususnya di wilayah sebaran Jawa Tengah.

Kopi kemasan yang di jual di Singapura
Tahun 2015 wildlifre reserve Singapore juga telah berkunjung ke habitat Owa di Sokokembang dan bertemu dengan pihak pemerintah BapedaKab.Pekalongan. karena sejak tahun 2013 WRS Singapore juga telah menjadi salah satu donor dari kegiatan ini. Mengenalkan Owa jawa di komunitas global dan mengenalkan daerah habitat asli, harapannya juga mendorong di tingkat site bahwa kita mempunyai primata yang menjadi indentitas di tingkat internasional, kontribusi apa  yang bisa kita berikan untuk primata asli Indonesia  dan habitatnya, tidak hanya menjadi kewajiban kita yang ada di sekitar hutan namun  sudah menjadi perhatian masyarakat internasional.