Showing posts with label hariOwa. Show all posts
Showing posts with label hariOwa. Show all posts

Thursday, October 24, 2019

Pelatihan Metode Survey Primata untuk Hari Owa Sedunia



Untuk ke 7 kalinya tahun ini, proyek kopi dan konservasi primata menyelenggarakan acara tahunan untuk mengarus utamakan konservasi Owa di Indonesia. Seperti acara-acara sebelumnya acara ini di laksanakan bekerjasama dengan Kelompok Pemerhati dan Peneliti Primata (KP3 Primata) dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, sebagai panitia teknis acara. Tanggal 11-13 Oktober 2019,  sebanyak 25 peserta dari berbagai universitas , organisasi komunitas, BKSDA, Perhutani,  juga turut hadir dalam acara ini.

Acara tahun ini juga dilaksanakan untuk merayakan hari Owa internasional, yang di peringati setiap tanggal 24 Oktober 2019. Acara International Gibbon day sendiri juga di promosikan oleh IUCN gibbon specialist group, dan biasanya di adakan secara global di berbagai negara habitat asli owa owa, dan para peneliti dan pemerhati Owa di dunia. Acara ini dapat di ikuti di sosial media dengan hashtagh #IGD2019 atau #InternationalGibbonDay.
Foto bersama peserta MSP 2019

Tanggal 11 Oktober 2019, para peserta yang di organize oleh panitia yang di ketuai Giot Simanulang, sudah mulai berdatangan ke sokokembang, tercatat ada perwakilan dari Jakarta (UIN), Bandung ( Unpad), Yogyakarta (UGM), Semarang (Undip), kelompok pecinta alam, kelompok pegiat wisata di kabupaten Pekalongan, dan beberapa peserta yang merupakan warga di sekitar habitat Owa di Kecamatan Petungkriyono . Peserta tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kalau sebelumnya kita mengirim undangan untuk lembaga, atau kelompok studi untuk mengirimkan perwakilan peserta, namun kali ini peserta tahun ini di buat terbuka tidak dengan undangan namun dengan mengirimkan surat motivasi, menyebutkan alasan kenapa ingin bergabung ikut acara ini dan menceritakan sedikit latar belakang kegiatan yang sudah dilakukan.  Yang menarik dari sebaran peserta tahun ini ada dari sekitar habitat Owa sendiri dan yang terjauh dari Sumatera Utara, mahasiswa Universitas Padjajaran Bandung.


Acara dibuka langsung oleh perwakilan pemerintah desa Kayupuring, yang di wakili oleh Bapak Markuat kepala dusun Sokokembang, pak kadus memperkenalkan kepada peserta bahwa Sokokembang ini terkenal sebagai tempat wisata pendidikan, yang datang kesini biasanya untuk belajar tentang hutan dan segala isiniya. Panitia acara dari KP3 Primata juga memberikan sambutan selamat datang kepada peserta dan menjelaskan acara akan dimulai malam ini dengan materi pengantar oleh tim swarowa tentang metode line transect untuk survey primata.
Hari ke dua 12 Oktober 2019, jam 6.30 smua peserta sudah bersiap untuk menuju hutan untuk praktek lapangan metode line transek, ada 3 jalur yang sudah disiapkan oleh tim swaraowa,dengan peserta juga di damping oleh pemandu dari warga setempat. Beberapa peserta yang baru pertama kali masuk hutan dan merasakan langsung susahnya topography di hutan sokokembang ini. Pengalaman ini juga di ungkapkan beberapa peserta langsung dan berikut komentar salah satu peserta dari Sumatera Utara.
Mas Anton bercerita tentang pengalaman lapangannya

Acara sore hari tanggal 12 oktober adalah sesi sharing dari pembicara tamu, yaitu mas Anton Nurcahyo dari BOS foundation, dan Mbak Salmah  Widyastuti mahasiswa pascasarjana Institute Pertanian Bogor. Mas Anton menceritakan pengalamannya sejak mahasiswa S1 hingga saat ini. Pengalaman organisasi di kampus dan aktif dalam kegiatan Pengamat burung di Yogyakarta, menjadi motivasi awal mas Anton untuk terus berkegiatan terkait dengan konservasi alam, kemudian bergabung dengan WCS Indonesia di sumatera selatan untuk penelitian siamang dan ungko. Setelah dengan WCS mas anton sempat bergabung dengan TNC dan BOS Foundation untuk konservasi Orangutan.Penelitian terbaru dari mas Anton adalah tentang Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) dimana beliau salah satu yang terlibat langsung untuk meneliti sampel sampel tengkorak orangutan di seluruh dunia yang ada terutama yang ada di museum-museum sejarah alam.
Persiapan sebelum ke hutan

Pembicara kedua acara ini adalah mbak Salmah Widyastuti yang mempresentasikan tentang penelitiannya di Pegunungan Dieng untuk kesesuaian habitat Owa jawa. Penelitian ini sedang berjalan dan hasil awal penelitian ini menyebutkan bahwa sebaran owa jawa ini meliputi di 4 kabupaten, yaitu Batang, Pekalongan, Banjarnegara, dan Wonosobo, dan wilayah hutan di kabupaten Pekalongan merupakan wilayah dengan kesesuaian habitat tertinggi untuk Owa Jawa.

Hari ketiga, 13 oktober 2019, acara pelatihan untuk metode vocal count, khusus untuk Owa Jawa, metode ini menggunakan suara Owa sebagai dasar untuk estimasi populasi dan distribusi Owa, dengan menyiapkan titik-titik pengamatan sebagai Listening Post, peserta sudah mulai di lokasi sejak pukul 06.00 pagi, mencatat setiap suara yang terdengar, mencatat arahnya dan mengestimasi jaraknya. Mengenali suara owa juga menjadi pengalaman berbeda bagi para peserta, ada 2 lokasi yang mana perta menggunakan sebagai titik pengamatan (LPS), pengambilan data dilakukan hingga jam 8.30, dimana setelah jam ini sudah tidak terdengar ada owa yang bersuara lagi. Kemudian peserta kembali dari lapangan untuk menganalisis data yang diperoleh selama pengamatan suara dan mempresentasikan hasil pengamatan yang dilakukan.

Acara pelatihan MSP ini menjadi acara tahunan di Sokokembang bekerjasama dengan teman-teman dari KP3 Primata dan Forestation Fakultas Kehutanan UGM, dan acara yang ke-7 kali ini merupakan bagian dari kegiatan ProyekKopi dan Konservasi Primata yang didukung oleh Wildlife Reserve Singapore, Ostrava Zoo, dan Fortwayne Children’s Zoo.

Wednesday, October 31, 2018

Sorak Sorai Anak-anak Bukit Santuai: Harapan Bagi Konservasi Owa


Liputan Hari Owa Sedunia 2018 di Bukit Santuai
oleh : 
Salmah W (salmah.widyastuti@gmail.com) dan Ika Y Agustin (ikayuni.agustin@gmail.com)

SD Tunas Agro 2 
 Siang itu, sungguh takjub kami melihat antusias siswa-siswi SD Tunas Agro menyambut kegiatan esok pagi. Ya, tanggal 24/23 Oktober 2018 lalu kami memperingati Hari Owa Sedunia 2018 bersama siswa-siswi SD untuk mengenalkan owa dan satwa primata lainnya di area HCV PT. Agro Wana Lestari (AWL). Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi SwaraOwa dengan Goodhope Asia Holdings melalui PT. AWL, unit perusahaannya yang beroperasi di Kalimantan Tengah. Satu hari sebelum kegiatan, kami berkunjung ke SD Tunas Agro untuk mendapatkan gambaran acara esok hari. Setelah mendapat penjelasan Pak Kepala Sekolah mengenai rencana teknis acara, kami diantar Pak Guru berkeliling sekolah dan bertatap dengan siswa kelas 4 dan 5 yang akan menjadi peserta edukasi konservasi owa. Selama kami berkeliling, kami menjadi pusat perhatian siswa-siswi dari dalam kelas, wajah mereka seperti sudah tak sabar diajak bermain ke hutan esok hari bersama kami. 

Betul ternyata, Ibu Guru bercerita kalau siswa-siswi setiap hari selalu menanyakan tentang acara Hari Owa, nanti apa yang akan mereka lakukan, apakah akan masuk hutan, apakah mereka akan melihat owa dan sebagainya. Bukan hanya itu, mereka menghitung mundur hari sejak beberapa minggu sebelum hari H. “Ibu acara Hari Owa tinggal 6 hari lagi ya”.. “Wah tinggal 5 hari lagi ya Bu”..”Yeay tinggal 3 hari lagi”.. Kami menyaksikan langsung dan merekam (video) rasa penasaran mereka ketika Pak Kepala Sekolah memberi pengumuman di dalam kelas. Wah.. kami semakin semangat.

Tiba lah pagi hari, ternyata siswa-siswa sudah lebih dulu datang! Baiklah, kami tak meragukan sedikit pun kalau mereka betul-betul menghitung mundur hari menuju Hari Owa Sedunia ini. 13 Siswa-siswi siap, tim pemandu siap, langsung saja kami gandeng siswa-siswi melihat isi hutan Santuai.
Perjalanan ke lokasi Pengamatan Hutan Bukit Santuai
13 Siswa dibagi menjadi 2 kelompok, kemudian dipandu berjalan perlahan mengamati sekitar hutan. Sambil berjalan pemandu mengenalkan tanda-tanda keberadaan Owa dan jenis primata lainnya. Walaupun cuaca mendung, burung-burung cantik berterbangan dan hinggap menggoda di dekat kami. Beruntungnya siswa-siswi ini, sekelompok owa tertangkap mata telanjang kami meski hanya selama hitungan detik dan kelompok lainnya dari kejauhan menyanyikan morning call nya. Tak hanya itu, di akhir perjalanan sekelompok lutung terdeteksi dari warna dan gerakannya. Dengan bantuan perbesaran binocular (teropong) dan kamera, teridentifikasi kelompok lutung merah sedang menikmati sarapan pagi di satu pohon dengan “lutung hitam berdahi putih”. Tak mau ketinggalan, 1 ekor beruk mengecoh kami dari kejauhan yang terlihat seperti  owa.
Anak-Anak melihat langsung owa kalimantan
salah satu spot pengamatan primata Bukit Santuai

Owa Kalimantan ( Hylobates albibarbis)
Kelasi ( Presbytis rubicunda)
Lutung dahi putih (Presbytis frontata)

Sambil melangkah kembali ke titik awal, pertanyaan-pertanyaan unik dan polos mengenai owa menghujam kami “Kak, kenapa owa tinggal di hutan?” “Apakah owa binatang buas atau jinak?”. Mereka juga mengungkapkan kesan mereka untu pengalaman pertama kalinya mengamati satwa di Hutan. “Ternyata masuk ke hutan itu seru ya Kak, kirain capek dan bosen kak.” Serta ada pertanyaan yang menandakan mereka ingin mengamati satwa di hutan secara rutin. “Hari Owa Sedunia adanya setiap berapa tahun sekali Kak?” Jawab kami. “Setahun sekali”. “Berarti tahun depan ada lagi ya Kak? Yeaaay” dengan wajah penuh harap. Hmm.. bahagia rasanya melihat tunas-tunas muda ini antusias mengamati langsung owa dan jenis primata lainnya beraktivitas bebas di hutan Santuai. Berharap pesan dari kami mengajak mereka masuk hutan tersampaikan.
 
Foto bersama setelah pengamatan
Selepas dari hutan, tim swaraowa mengenalkan jenis-jenis dan ciri-ciri khas primata di Kalimantan Tengah, khususnya owa Kalimantan, ancaman di habitat aslinya, serta menyampaikan bagaimana cara ikut serta melindungi satwa-satwa liar di hutan, terkhusus hutan Santuai dan sekitarnya. Selanjutnya siswa-siswi diajak mengekspresikan imajenasi mereka mengenai Owa, Primata, dan Hutan melalui lomba menggambar. Melalui menggambar mereka memperlihatkan pesan-pesan yang kami sisipkan dalam kegiatan ini.

acara dalam kelas, lomba menggambar



Pemenang lomba menggambar



Setelah membagikan hadiah untuk 3 pemilik gambar terbaik acara ditutup dengan bersama-sama menggunakan topeng owa dan menirukan suara great call owa. Semua terlihat cinta dan bangga terhadap owa, siswa-siswa, Bapak Ibu Guru, maupun tim PT. AWL-Goodhope. Merupakan kesempatan yang luar biasa bisa merayakan Hari Owa Sedunia dengan berbagi pengetahuan pada anak-anak yang luar biasa semangatnya mengenali satwa unik yang tinggal di sekitar mereka, Owa.

Selamat Hari Owa Sedunia! Mari ikut melindungi owa dari perburuan liar dan kehilangan habitatnya.