Showing posts with label Agro Wana Lestari. Show all posts
Showing posts with label Agro Wana Lestari. Show all posts

Tuesday, October 29, 2024

Wana-tani Desa Mendolo, Habitat Satwa langka Kukang Jawa

 

Kukang Jawa (Nycticebus javanicus). foto  M.Yoga Saputra

Perkenalkan saya Muhammad Yoga Saputra, saya mahasiswa program studi Pengelolaan Hutan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Saya bersama Ratna Dwi Setyowati melalui program beasiswa SwaraOwa tahun 2024 mendapat kesempatan penelitian untuk skripsi tentang Kukang Jawa (Nycticebus javanicus). Kukang jawa merupakan satu dari tujuh jenis kukang yang hidup dan tersebar di Indonesia. Berdasarkan International Union of Conservation of Nature Resources (IUCN) Red List 2021, kukang jawa termasuk ke dalam kategori kritis atau critical endangered dan juga masuk ke dalam Appendix 1 oleh Conservation on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

Kami mengamati populasi, persebaran, dan habitat kukang jawa di Hutan Mendolo, Lebakbarang, Pekalongan. Hutan Mendolo terletak di 4 dusun yaitu Sawahan, Mendolo Kulon, Mendolo Wetan, dan Krandegan. Pengamatan lapangan telah dilakukan pada minggu kedua-keempat bulan September 2024. Pengamatan kami tidak sendiri, kami ditemani oleh Paguyuban Petani Muda (PPM) Desa Mendolo yang senantiasa mendampingi kami dalam pengambilan data. Selama pengamatan, kami mendapati sebanyak 8 individu kukang jawa yang ada di Hutan Mendolo. Dalam keempat dusun yang ada di Desa Mendolo hanya Dusun Mendolo Wetan yang tidak ditemukan spesies kukang jawa. Pengamatan kami dimulai pada jam 19.30 – 24.00. Kami mengambil pengamatan malam dikarenakan kukang jawa merupakan hewan nokturnal dan ketika terkena senter maka mata dari kukang jawa mengeluarkan pancaran mata yang memudahkan mendapat keberadaan kukang jawa dibanding pengamatan siang hari. Kami menggunakan metode line transect atau transek garis, yang mana penempatan transek tersebut ditempatkan pada daerah yang diyakini terdapat keberadaan kukang jawa. Pada saat pengamatan di malam hari juga, kami mendapatkan beberapa spesies di Hutan Mendolo seperti Trenggiling sunda (Manis javanica), Rek-rekan (Presbytis fredericae), Babi celeng (Sus scrofa), Takur tulung-tumpuk (Megalaima javensis), Celepuk jawa (Otus angelinae), dan Kubung sunda (Galeopterus variegatus). Selain itu, pada pengamatan siang juga mendapati berbagai jenis spesies seperti Owa jawa (Hylobates moloch), Elang bido (Spilornis cheela), Elang hitam (Ictinaetus malaiensis), Cekakak batu (Lacedo pulchella) dan Lutung jawa (Trachypithecus auratus).

individu kukang di Mendolo. foto  M.Yoga Saputra

Kukang jawa adalah  hewan semi soliter . Hal tersebut dapat dilihat pada pengamatan kami yang hampir seluruh individu kukang jawa ditemukan hanya sendiri. Akan tetapi, ada salah satu kukang jawa tersebut ditemukan bersama anaknya. Pengamatan malam hari perlu ketelitian dan kesabaran karena terkadang kami salah mengidentifikasi ketika ada pancaran mata di pohon itu bahwa terdapat kukang jawa.  Akan tetapi, pada saat dilihat secara seksama pancaran mata itu bisa berasal dari luwak, bajing, tupai, maupun dari kubung sunda. Selain mengambil data populasi dan sebaran kami juga mengambil data habitat kukang jawa di Hutan Mendolo.

Pengambilan data habitat tersebut dilakukan pada siang hari dengan membuat beberapa plot untuk mengindentifikasi habitat kukang jawa di Hutan Mendolo. Habitat kukang jawa di Hutan Mendolo umumnya ditemukan pada tegakan kopi dan durian. Selain itu, kukang jawa dapat ditemukan pada pohon nangka dan pohon mengandung getah, dikarenakan makanan favorit kukang jawa merupakan getah yang dihasilkan dari ranting, batang, bunga, maupun dari daun. Seperti halnya pada tegakan kopi, kami melihat ranting daun kopi yang muda sering dimakan oleh kukang jawa tersebut.

Wednesday, October 31, 2018

Sorak Sorai Anak-anak Bukit Santuai: Harapan Bagi Konservasi Owa


Liputan Hari Owa Sedunia 2018 di Bukit Santuai
oleh : 
Salmah W (salmah.widyastuti@gmail.com) dan Ika Y Agustin (ikayuni.agustin@gmail.com)

SD Tunas Agro 2 
 Siang itu, sungguh takjub kami melihat antusias siswa-siswi SD Tunas Agro menyambut kegiatan esok pagi. Ya, tanggal 24/23 Oktober 2018 lalu kami memperingati Hari Owa Sedunia 2018 bersama siswa-siswi SD untuk mengenalkan owa dan satwa primata lainnya di area HCV PT. Agro Wana Lestari (AWL). Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi SwaraOwa dengan Goodhope Asia Holdings melalui PT. AWL, unit perusahaannya yang beroperasi di Kalimantan Tengah. Satu hari sebelum kegiatan, kami berkunjung ke SD Tunas Agro untuk mendapatkan gambaran acara esok hari. Setelah mendapat penjelasan Pak Kepala Sekolah mengenai rencana teknis acara, kami diantar Pak Guru berkeliling sekolah dan bertatap dengan siswa kelas 4 dan 5 yang akan menjadi peserta edukasi konservasi owa. Selama kami berkeliling, kami menjadi pusat perhatian siswa-siswi dari dalam kelas, wajah mereka seperti sudah tak sabar diajak bermain ke hutan esok hari bersama kami. 

Betul ternyata, Ibu Guru bercerita kalau siswa-siswi setiap hari selalu menanyakan tentang acara Hari Owa, nanti apa yang akan mereka lakukan, apakah akan masuk hutan, apakah mereka akan melihat owa dan sebagainya. Bukan hanya itu, mereka menghitung mundur hari sejak beberapa minggu sebelum hari H. “Ibu acara Hari Owa tinggal 6 hari lagi ya”.. “Wah tinggal 5 hari lagi ya Bu”..”Yeay tinggal 3 hari lagi”.. Kami menyaksikan langsung dan merekam (video) rasa penasaran mereka ketika Pak Kepala Sekolah memberi pengumuman di dalam kelas. Wah.. kami semakin semangat.

Tiba lah pagi hari, ternyata siswa-siswa sudah lebih dulu datang! Baiklah, kami tak meragukan sedikit pun kalau mereka betul-betul menghitung mundur hari menuju Hari Owa Sedunia ini. 13 Siswa-siswi siap, tim pemandu siap, langsung saja kami gandeng siswa-siswi melihat isi hutan Santuai.
Perjalanan ke lokasi Pengamatan Hutan Bukit Santuai
13 Siswa dibagi menjadi 2 kelompok, kemudian dipandu berjalan perlahan mengamati sekitar hutan. Sambil berjalan pemandu mengenalkan tanda-tanda keberadaan Owa dan jenis primata lainnya. Walaupun cuaca mendung, burung-burung cantik berterbangan dan hinggap menggoda di dekat kami. Beruntungnya siswa-siswi ini, sekelompok owa tertangkap mata telanjang kami meski hanya selama hitungan detik dan kelompok lainnya dari kejauhan menyanyikan morning call nya. Tak hanya itu, di akhir perjalanan sekelompok lutung terdeteksi dari warna dan gerakannya. Dengan bantuan perbesaran binocular (teropong) dan kamera, teridentifikasi kelompok lutung merah sedang menikmati sarapan pagi di satu pohon dengan “lutung hitam berdahi putih”. Tak mau ketinggalan, 1 ekor beruk mengecoh kami dari kejauhan yang terlihat seperti  owa.
Anak-Anak melihat langsung owa kalimantan
salah satu spot pengamatan primata Bukit Santuai

Owa Kalimantan ( Hylobates albibarbis)
Kelasi ( Presbytis rubicunda)
Lutung dahi putih (Presbytis frontata)

Sambil melangkah kembali ke titik awal, pertanyaan-pertanyaan unik dan polos mengenai owa menghujam kami “Kak, kenapa owa tinggal di hutan?” “Apakah owa binatang buas atau jinak?”. Mereka juga mengungkapkan kesan mereka untu pengalaman pertama kalinya mengamati satwa di Hutan. “Ternyata masuk ke hutan itu seru ya Kak, kirain capek dan bosen kak.” Serta ada pertanyaan yang menandakan mereka ingin mengamati satwa di hutan secara rutin. “Hari Owa Sedunia adanya setiap berapa tahun sekali Kak?” Jawab kami. “Setahun sekali”. “Berarti tahun depan ada lagi ya Kak? Yeaaay” dengan wajah penuh harap. Hmm.. bahagia rasanya melihat tunas-tunas muda ini antusias mengamati langsung owa dan jenis primata lainnya beraktivitas bebas di hutan Santuai. Berharap pesan dari kami mengajak mereka masuk hutan tersampaikan.
 
Foto bersama setelah pengamatan
Selepas dari hutan, tim swaraowa mengenalkan jenis-jenis dan ciri-ciri khas primata di Kalimantan Tengah, khususnya owa Kalimantan, ancaman di habitat aslinya, serta menyampaikan bagaimana cara ikut serta melindungi satwa-satwa liar di hutan, terkhusus hutan Santuai dan sekitarnya. Selanjutnya siswa-siswi diajak mengekspresikan imajenasi mereka mengenai Owa, Primata, dan Hutan melalui lomba menggambar. Melalui menggambar mereka memperlihatkan pesan-pesan yang kami sisipkan dalam kegiatan ini.

acara dalam kelas, lomba menggambar



Pemenang lomba menggambar



Setelah membagikan hadiah untuk 3 pemilik gambar terbaik acara ditutup dengan bersama-sama menggunakan topeng owa dan menirukan suara great call owa. Semua terlihat cinta dan bangga terhadap owa, siswa-siswa, Bapak Ibu Guru, maupun tim PT. AWL-Goodhope. Merupakan kesempatan yang luar biasa bisa merayakan Hari Owa Sedunia dengan berbagi pengetahuan pada anak-anak yang luar biasa semangatnya mengenali satwa unik yang tinggal di sekitar mereka, Owa.

Selamat Hari Owa Sedunia! Mari ikut melindungi owa dari perburuan liar dan kehilangan habitatnya.