![]() |
| bilou yang di jumpai di hutan adat Saguruju, Siberut Selatan |
Oleh : Arif Setiawan, Aloysius Yoyok, Nur Aoliya, Kurnia Latifiana, Kurnia Ahmaddin,
Bilou, Owa endemik Kepulauan Mentawai ( Hylobates klosii) tidaklah seperti satwaliar biasa. Ia adalah bagian dari cerita hidup orang Mentawai. Suaranya di pagi hari menandakan hutan masih hidup. Ada kepercayaan di Mentawai, kalau ada bilou bersuara di kala dinihari, sebuah pertanda buruk akan terjadi, misalnya ada orang yang meninggal atau pun becana akan datang. Jika tidak ada lagi suara kemana lagi pertanda-pertana alam ini akan kita pelajari? Jika kita tahu berapa banyak bilou yang tersisa, kita bisa memastikan hutan tetap sehat, karena bilou membantu menyebarkan biji pohon dan menjaga keseimbangan alam.
Kalau kita tidak menghitung populasinya, kita tidak tahu apakah bilou semakin sedikit atau masih aman. Populasi adalah jumlah individu yang menggunakan luasan habitat tertentu. Seperti kita menghitung jumlah anak di kampung: kalau makin sedikit, kita khawatir masa depan kampung akan sepi. Begitu juga dengan bilou—kalau populasinya menurun, itu tanda hutan kita sedang sakit.
Apa Manfaat bagi kita:
- Mengetahui kondisi hutan: banyak bilou = hutan sehat.
- Menjaga warisan budaya: bilou adalah bagian dari identitas Mentawai.
- Menarik perhatian dunia: data populasi bisa membantu mendapatkan dukungan untuk menjaga hutan.
- Menjamin masa depan: anak cucu kita masih bisa mendengar suara bilou di hutan.
Jadi, menghitung populasi bilou bukan sekadar angka. Itu adalah cara kita menjaga rumah bersama, memastikan hutan tetap hidup, dan menjaga cerita Mentawai agar tidak hilang.
![]() |
Peta lokasi set triangulasi survey bilou dihutan adat dan luasan area ektrapolasi perhitungan estimasi populasi di hutan adat |
Tim siripok bilou yang di bentuk di awal tahun 2025 ini,telah berhasil melakukan survey untuk mengestimasi ada berapa bilou di kawasan terpilih, di Siberut. Ada 9 kawasan hutan adat yang kita survey berdasarkan rekomendasi dari Lembaga lokal Yayasan Citra Mandiri. Dengan metode survey vocal count-triangulasi, survey dilakukan berdasarkan suara bilou, pengamat melakukannya dalam system triangulasi ( tiga titik pengamatan di lokasi yang berbeda, dengan jarak 300-500 antar titik). Ke tiga titik ini kemudian di ulang selama 4 hari berturut-turut. Untuk mendengarkan dan memperkirakan jaraknya. Asumsinya adalah kelompok yang sama akan bersuara di lokasi yang sama selama empat hari berturut-turut.
Analisis populasi dilakukan dengan menggunan rumus point count yang sama telah digunakan dalam estimasi populasi Bilou sebelumnya ( Setiawan et al 2020; Whittaker et al 1995). Untuk menentukan luasan area, kami menggunakan analisis habitat suitability, yang telah dilakukan, bisa di baca disini : https://swaraowa.blogspot.com/2025/12/dimana-bilou-bersuara-pemetaan-habitat.html
![]() |
| tabel penghitungan populasi bilou Mentawai di tahun 2025 |
Dari analisis populasi yang kita lakukan, perkiraan populasi bilou di wilayah hutan adat di siberut selatan ( 11 lokasi ) dengan luasan kurang lebih 208.64 km 2 ada kurange lebih 396 individu yang terdiri dari 146 (96-186) kelompok.
Hasil ini merupakan hasil sementara dari hasil survey yang akan di lakukan di seluruh mentawai,dan dapat berubah berdasarkan informasi terbaru yang di peroleh dari tim lapangan yang telah, sedang dan akan melalukan survey ke lokasi-lokasi yang lain di Kepulauan Mentawai. Untuk diskusi terkait dengan hasil analisis ini silahkan hubungi swaraowa @ gmail.com.



No comments:
Post a Comment