oleh : Arif Setiawan dan Aloysius Yoyok
![]() |
| penyerahan buku di SMA 1 Siberut Utara |
Pada bulan April dan Mei 2026 lalu, berkaitan dengan survey populasi bilou di Siberut Utara, tim siripokbilou juga berkesempatan membagikan buku-buku yang telah kita susun dari kegiatan sebelumnya di Mentawai tentang Primata Mentawai dan Burung-Burung kepulauan Mentawai.
Buku keanekaragaman hayati yang menyoroti primata dan burung Mentawai memiliki peran strategis sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, masyarakat, dan kebijakan konservasi. Ia bukan sekadar katalog spesies, melainkan sebuah narasi yang menghidupkan kekayaan alam Mentawai. Melalui dokumentasi ilmiah yang sistematis, buku ini menyediakan informasi dasar tentang distribusi, perilaku, dan status ancaman satwa endemik, sehingga menjadi rujukan penting bagi siapapun yang tertarik tentang keanekargaman hayati Mentawai, siswa, peneliti, dan sudah seharusnya pengambil kebijakan. Di sisi lain, bagi masyarakat lokal, buku ini menumbuhkan kesadaran akan identitas ekologis mereka, memperlihatkan bahwa primata dan burung bukan hanya bagian dari hutan, tetapi juga bagian dari budaya dan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, buku ini memperkuat advokasi konservasi, membuka peluang ekowisata berbasis satwa endemik, serta membangun citra positif Mentawai di mata dunia sebagai pulau keanekaragaman hayati.
![]() |
| cover buku primata Mentawai |
![]() |
| cover buku burung Mentawai |
Singkatnya, buku tersebut adalah alat yang menyatukan ilmu, budaya, dan ekonomi lokal dalam satu visi pelestarian.Pembagian buku -buku ini merupakan upaya penyebar luasan informasi khususnya untuk anak-anak sekolah dan pengajar di Kepulauan Mentawai.
Buku primata dan Burung Mentawai ini, disusun oleh tim swaraOwa dan tim Siripokbilou, yang telah mengumpulkan foto-foto jenis-jenis yang dijumpai selama berkegiatan di Mentawai. Buku primata Mentawai telah mengalami tiga kali revisi cetak, untuk memperbaharui informasi yang disampaikan.
Pembagian buku, dilakukan dengan mengunjungi langsung sekolah-sekolah di wilayah kecamatan Siberut utara dari Tingkat Sekolah Dasar, SMP dan SMA baik negeri maupun swasata dan juga perpustakaan Desa. Pada periode kunjungan siberut utara ini ada 12 Sekolah dan 1 desa yang mendapatkan buku.
Dalam arus digital yang serba cepat saat ini, urgensi buku keanekaragaman hayati di Mentawai justru harusnya semakin kuat, terutama karena kondisi pedalaman yang masih terbatas akses internet dan teknologi. Buku fisik menjadi media pengetahuan yang paling dapat diandalkan bagi masyarakat lokal, sekolah, dan komunitas adat yang belum sepenuhnya terhubung dengan dunia digital. Ia berfungsi sebagai arsip permanen yang tidak tergantung pada jaringan, sekaligus sebagai sumber belajar langsung yang bisa dibawa ke hutan, ke rumah, atau ke balai desa. Namun juga masih ada tantangan lain di Mentawai pada umumnya yaitu minat baca terhadap buku yang rendah. Penyebaran pengetahuan tentang Mentawai dalam bentuk buku primata dan burung ini akan dilakukan terus di seluruh sekolahan di Kepulauan Mentawai. Harapannya setiap sekolah mempunyai 2 buku ini, tersedia di perpustakaan sekolah dan dapat dibaca oleh para siswa.



No comments:
Post a Comment