Oleh : Arif Setiawan
Bulan Juli, 8-13 2026 swaraowa mendapat tamu Istimewa dari Amerika, 20 orang yang tergabung dalam Wildland Studies. Sebuah international program akademik, yang berafiliasi dengan University West Washington. Program ini merupakan kursus lapangan internasional untuk mahasiswa sarjana yang berfokus pada ekologi, botani, praktik penelitian satwa liar, metode survei lapangan, dan hubungan antara budaya dan lingkungan sekitarnya. Program tersebut mengajak mahasiswa berinteraksi langsung dengan beragam ekosistem dan komunitas lokal untuk mengatasi isu-isu lingkungan yang mendesak saat ini, di lokasi-lokasi penting di seluruh dunia,
Swaraowa tentusaja menyambut baik kesempatan menjadi host
acara ini, menyambut hangat kehadiran Wildland Studies di hutan tempat owa
hidup. Bagi kami, owa bukan sekadar primata endemik, tetapi simbol
keterhubungan antara manusia, budaya, dan ekosistem tropis, Owajawa adalah
indentitas global, program ini sampai di Petungkriyono, juga salah satunya
karena keberadaan owajawa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa internasional dapat
menyaksikan langsung bagaimana keseimbangan hutan ini terjadi di Petungkriyono,
sekaligus belajar dari masyarakat lokal yang hidup berdampingan dengan mereka.
Konservasi bukan hanya tentang menyelamatkan satwa, tetapi juga tentang merawat
tradisi, ilmu pengetahuan, dan solidaritas lintas generasi.
Wildland Studies menjadi jembatan: mempertemukan ilmu
pengetahuan dengan pengalaman lapangan, memperkuat narasi bahwa menjaga Owajawa berarti menjaga hutan, budaya, dan masa depan
bersama. Dengan menyambut acara ini, SwaraOwa menegaskan komitmen untuk terus
membangun jejaring global yang berpijak pada akar lokal, agar suara owa dan
hutan tropis Petungkriyono tetap bergema di dunia.
Melihat program wildland studies,program ini telah berjalan 47 tahun, dan selama ini kunjungan atau kegiatan berpindah-pindah antar negara dengan beragam landscape dan ecosystem dari afrika, amerika Australia, dan Indonesia di tahun 2026 adalah yang pertama kalinya. Peserta dari berbagai universitas di Amerika, dan melalui program wildland studies kunjungan ke Indonesia, ini mereka mendapatkan nilai akademik yang menjadi prasarat program studi mereka. Tidak hanya berkunjung ke Petungkriyono saja, rangkaian studi tour ini, dimulai dari Sumatera, ke Taman Nasional Waykambas, ke Carita , Krakatau, dan setelah ke Petungkriyono mereka ke Merapi di Yogyakarta, Bromo dan Lombok.selama total 45 hari perjalanan.
Kami kemudian menyusun acara untuk program ini, dengan komitmen pemberdayaan komunitas, koordinasi kegiatan acara ini di bawah Desa Wisata Kayupuring, melibatkan pihak lain seperti, Perhutani, Pemerintah Desa Kayupuring, Pemerintah Kecamatan Petungkriyono, menjamin kelancaran dan keamanan kegiatan praktek lapangan untuk mahasiswa asing. Sebagai tambahan muatan lokal, yang disusun bersama dengan menambahkan kegiatan untuk pengenalan Kopi Owa, kopi naungan di habitat owa, dan pengolahan secara tradisional untuk kopi di desa kayupuring. Dari swaraOwa memberikan pengantar untuk materi teknik survey Owa dengan vocal count dan mengenalkan pendekatan matapencaharian berkelanjutan melalui kopi owa.
Selama 4 hari peserta menggukaan fasilitas camping ground, di Welo asri, sesuai dengan misi wildland studies ini, bahwa tidak ada dinding dalam ruang kelas pembelajaran mereka, alam kayupuring dan hutan habitat owa jawa menjadi kelas mereka. Karena ini adalah matrikulasi akademik, peserta mendapatkan nilai dari setiap rangkaian kegiatan dan nilai ini menjadi credit mereka dalam menyelesaikan studi di masing-masing universitas mereka. Membuat plot vegetasi, pengamatan identifikasi burung, dan berdiskusi menjadi agenda setiap hari.
Acara ini juga
memberikan pengalaman tersendiri terutama tim yang terlibat, mendampingi tamu
yang berbeda budaya dan bahasa, dan menjadikan motivasi tersendiri untuk
mengapresiasi keanekargaman hayati yang ada di sekitar desa karena telah mendapat
apresiasi dari tamu mancanegara.
Dokumentasi kegiatan ini bisa dilihat di youtube swaraOwa .




No comments:
Post a Comment