Monday, May 20, 2019

Hutan dan Lebah : Tabungan ekologi yang melimpah


Kebun koloni di Sokokembang

  •  Tahun 2017, Swaraowa memperkenalkan budidaya lebah, untuk mendukung kegiatan konservasi Owa Jawa di Kab.Pekalongan, Jawa Tengah
  •  Budidaya lebah,  membutuhkan investasi lahan yang minim, karena bisa di kombinasikan dengan kegiatan kehutanan atau pertanian lainnya.
  •  Lebah dapat sebagai sumber pendapatan berkelanjutan, berperan penting untuk regenerasi hutan dan produksi tanaman pangan.
  • Hutan menyediakan sumber nectar dan pollen yang melimpah dan beragam, makanan utama lebah.
Budidaya lebah madu, sering di masukkan dalam bidan kategori Agriculture, sebenarnya lebih kegiatan ini adalah masuk dalam industri kehutanan, namun budidaya lebah madu sendiri biasanya tidak dilakukan itensif di hutan itu sendiri, Entah kenapa ya?

Budidaya tradisional, untuk memelihara lebah madu biasanya sudah di kenal oleh warga sekitar hutan. Misalnya, Glodogan  istilah kotak lebah dari kayu log yang di lubangi tengahnya atau menggunakan pakis kayu ( Cyathea contaminans)  sudah sejak lama digunakan untuk memelihara lebah, mengkonsumsi madu bahkan telur atau larva lebah kadang juga menjadi sajian kuliner khas.

Mungkin berburu madu lebih cepat menghasilkan dibanding proses lama dalam mengembangkan atau membudidayakan lebah ini. Penghasil nectar dan serbuk sari yang paling berharga adalah pohon hutan, dan  semak, belukar,herba dari hutan yang alami. Dengan demikian hutan adalah sangat penting untuk sumber makanan lebah, kemungkinan untuk mengembangkan industri “beekeeping” tentu memiliki potensi lebih dibanding dengan daerah yang tidak mempunyai hutan alami.

hutan yang dekat pemukiman, sumber potensial makanan lebah

Kebutuhan lahan untuk mengembangkan budidaya lebah di hutan atau sekitar hutan bisa dikatakan minim, karena budidaya ini dapat dikombinasikan dengan kegiatan kehutanan atau pertanian pada umumnya. Hutan menyediakan nectar, dan polen sebagai makanan utama lebah, tidak seperti peternakan lainnya, lebah dapat pergi pulang sendiri mencari makan, menyimpannya sebagai cadangan makanan dalam bentuk madu dan juga lilin lebah. Peran penting dari kunjungan lebah-lebah ke bunga adalah polinasi ,mengawinkan tanaman, produksi buah, regenerasi hutan,  tanaman pangan, ada korelasi positif dengan adanya serangga pollinator, terutama jenis-jenis lebah.


Lebah klanceng menyerbuki tanaman pertanian (labu siam)

Klanceng Gagak (Heterotrigona itama)


Klanceng di bunga Dillenia sp, pohon yang alami tumbuh di hutan 


Dua tahun sudah, swaraowa mencoba menginisiasi budidaya lebah ini di habitat Owa Jawa, dikabupaten Pekalongan . Sebagai bagian kegiatan pelestarian hutan habitat primata terancam punah, kegiatan beekeeping masih menjadi sekutu kecil untuk menopang keberlanjutan konservasi Owa jawa. Namun demikian pengalaman berbeda dari kegiatan perlebahaan ini, koloni-koloni domestikasi dari koloni liar kini mulai menampakkan hasilnya, setidaknya ada 20 koloni yang terus di pantau di Sokokembang,di markas kopi owa, 17 koloni di dusun Mendolo. Kegagalan adalah pengalaman yang sangat berharga, pengalaman dengan lebah terutama dari jenis-jenis tanpa sengat, Klanceng setidaknya memberi harapan akan keberlanjutan inisiasi pelestarian Owa Jawa. Meskipun sudah banyak tempat melakukan budidaya lebah klanceng, dengan sepecies yang berbeda dan habitat yang berbeda, tentusaya praktek dan pengetahuan juga berbeda dan hal ini masih menjadi pekerjaan di waktu-waktu mendatang untuk setidaknya mencatat dan menganalisis permasalahan yang terjadi.

Melihat lebih jauh produk-produk turunan dari budidaya lebah ini, mungkin juga bisa menjadi strategi pemasaran dari kegiatan budidaya lebah. Meskipun trend konsumsi madu cenderung menunjukkan kenaikan, namun belum ada upaya serius untuk pihak-pihak terkait dikawasan ini mempopulerkan lebah madu sebagai bagian dari industri kehutanan dan pertanian yang berkelanjutan.
Koloni yang berhasil  dibudidayakan

Madu multifloral dari hutan, beragam karakter, rasa dan warna
Replikasi kepada warga sekitar hutan dan juga generasi muda menjadi tantang tersendiri untuk mengarus utamakan pengetahuan tentang lebah, peran pentingnya utuk ketahanan pangan dan peran lebah dalam ekosistem hutan. Penelitian terapan dan pendampingan peternak lebah diperlukan secara menyeluruh dan intensif untuk mengembangkan kegiatan perlebahan yang sudah berjalan saat ini.  Promosi tentang usaha budidaya lebah harus terus dilakukan, penguatan kelembangan dan kapasitas peternak lebah, akses  terhadap informasi, modal, pasar dan teknologi masih menjadi pekerjaan kedepan.

Daftar pustaka :

Kahono, S., Chantawannakul, P. and Engel, M.S., 2018. Social bees and the current status of beekeeping in Indonesia. In Asian Beekeeping in the 21st Century (pp. 287-306). Springer, Singapore.

Crane, E., 1999. The world history of beekeeping and honey hunting. Routledge.

No comments:

Post a Comment