oleh : Imam Taufiqurrahman
![]() |
Dari kiri ke kanan: Alek, Lukni , dan Iyan, di halaman Briliant English Course,
Kampung Inggris, Pare.
Dewasa ini, bahasa asing—utamanya Inggris—menjadi hal penting untuk dipelajari. Penguasaan bahasa tersebut amat dibutuhkan bagi seseorang dalam interaksinya dengan masyarakat global. Kecakapan berbahasa Inggris menjadi prasyarat di banyak bidang, terlebih di pariwisata.
Sektor kepariwisataan, dalam bentuk ekowisata satwa liar, yang dikembangkan Swaraowa di Desa Kayupuring dan Mendolo, tak luput dari kebutuhan itu. Sebagai desa yang memiliki potensi satwa liar dan telah banyak mendapat kunjungan wisatawan asing, pengembangan kapasitas masyarakat desa dalam bahasa Inggris menjadi penting dan sangat diperlukan.
Itulah yang melatarbelakangi Swaraowa untuk memfasilitasi tiga pemuda, Lukni Al Khabib dan Feri Fitriyanto dari Desa Kayupuring, Kec. Petungkriyono dan Alek Ripa’i dari Desa Mendolo, Kec. Lebakbarang, untuk belajar berbahasa Inggris. Ketiganya adalah sudah ikut serta dalam pengembangan wisata minat khusus pengamatan owa "gibbon watching" di Kayupuring dan Mendolo, yang setidaknya 3 tahun terakhir mendapat kunjunga wisatawan mancanegara. Ketiganya juga tim monitoring keanekargaman hayati, yang setiap 2 bulan sekali melakukan kegiatan pengamatan satwaliar khususnya Owajawa secara partisipatif di desa mereka.
Mereka menjadi yang pertama ditahun 2026 sebagai penerima beasiswa belajar bahasa Inggris dari Swaraowa. Selama satu bulan, di rentang 12 Januari-8 Februari 2026, ketiganya berkesempatan belajar di Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur. Ketiganya mendapat pembelajaran secara intensif, tidak hanya di ruang kelas, namun juga yang berlangsung di keseharian mereka selama tinggal di asrama.
Secara praktis, para pemuda ini mengikuti program kelas percakapan yang bertujuan menyiapkan pesertanya untuk mampu aktif berbahasa Inggris. Program ini menempa kepercayaan diri dalam berkomunikasi agar mampu bercakap-cakap dengan lancar dan penguasaan berbagai macam kosakata, termasuk tata bahasa.
![]() |
| Alek dan teman sekelasnya foto bersama dengan gaya Owajawa |
Kegiatan kursus bahasa Inggris di lingkungan seperti di kampung Inggris ini, juga memupuk rasa percaya diri, dari Lukni, Alek dan Iyan, yang sehari-sehari memang di tinggal di hutan, bertemu dengan teman-teman kursus dari berbagai daerah di Indonesia, bertukar pengalaman dan terntu saja ikut mempromosikan owa jawa di antara teman-teman mereka.
Ketiganya benar-benar memanfaatkan kesempatan belajar di Kampung Pare sebagai sarana pengembangan diri. Selama masa tinggal, mereka berinteraksi dan menggali pengalaman bersama para peserta lain dari berbagai wilayah di Indonesia.
![]() |
| suasana pembelajaran di kampung Inggris |
Di tiap akhir pekan, masing-masing mereka ditugasi menulis cerita serta pengalaman mingguan. Isinya berupa kegiatan belajar di kelas maupun aktivitas keseharian mereka di Kampung Inggris Pare. Tentu banyak kisah, suka dan duka, yang mereka rasakan (catatan tersedia pada tautan di ujung tulisan ini). Di penghujung catatan mereka, masing-masing membagikan kesan dan refleksi atas berbagai hal yang telah dilalui. Kami cuplik di sini:
Lukni Al Khabib:
After one month of studying at Brilliant Kampung Inggris, I felt a significant improvement in my English skills, especially in speaking and vocabulary mastery. Daily practice, supportive tutors, and a friendly environment made the learning process effective and enjoyable. This program provided valuable experience and motivation for me to continue improving my English skills in the future. I would like to express my deepest gratitude to SwaraOwa and my colleagues at Swaraowa. Thank you for providing a scholarship to study English in Pare.
Feri Fitriyanto (Iyan):
I say a big thank you to Swaraowa, with this scholarship from Swaraowa I can learn English because this opportunity is not available to everyone. And I have a desire to continue my English lessons in Kampung Inggris for maximum results.
Alek Ripa’i:
It's really fun and exciting to studying here. Thanks to Swaraowa for giving me this opportunity! And last but not least! Thanks to all my tutors, my classmates, campmates, and everyone in Kampung Inggris. Thank you, for all the good memories, and i will see you when i see you!
Mereka, generasi muda dari desa-desa yang menjadi habitat owa jawa, telah menumbuhkan harapan di masa depan. Merekalah yang akan mewakili masyarakatnya memperkenalkan potensi desa mereka masing-masing. Ke depan, menjadi tugas mereka sebagai duta dalam menyambut, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan masyarakat global yang datang berkunjung ke desa mereka.
%20di%20halaman%20Briliant%20English%20Course,%20Kampung%20Inggris,%20Pare.jpg)


No comments:
Post a Comment