Tuesday, July 19, 2016

Owa Jawa : Sinden Gunung Negeri Atas Awan (bagian 2)

di tulis oleh : Salmah Widyastuti
e-mail: salmah.w@mail.ugm.ac.id

 Ds.Tlogohendro

Pagi itu, 4 Juni 2016, pagi-pagi sekali kami ditemani salah satu warga habitat Owa,  berangkat menuju Desa Tlogohendro, Petungkriyono, untuk kembali melakukan survei populasi owa jawa di hutan Tlogohendro.  Survei lanjutan kali ini bertujuan untuk mengetahui jumlah rata-rata individu  owa jawa dalam satu kelompok atau group size, yang menghuni hutan negri di atas awan ini. Sebelum langsung terjun ke hutan, terlebih dahulu kami konfirmasi lokasi keberadaan kelompok-kelompok owa jawa lewat arah terdengarnya suara nyanyiannya. Namun hingga pukul 09.00 tak satu pun suara nyanyian sang sinden terdengar. Hal ini memang sering terjadi, karena nilai probabilitas owa bersuara yaitu di bawah satu, yaitu berkisar 0,85-1 (Brockleman and Ali, 1987). Artinya tidak setiap hari owa bersuara. Akhirnya kami langsung bergerak menuju hutan di sebelah utara Desa Tlogohendro berdasarkan data yang diperoleh pada survei beberapa bulan lalu. Melewati medan yang sulit, menaiki bukit, kemudian turun menyebrang sungai, dan kembali naik, berjalan perlahan menyusuri hutan dengan pepohonan menjulang kami berharap menjumpai kelompok owa jawa. Namun yang muncul hanya sepasang burung rangkong dari sarangnya di ketinggian pohon yang menjulang. Tak satu pun kelompok owa jawa yang menunjukan atraksinya pada kami di hari yang cerah itu.
Mencari kelompok Owa

Medan di hutan yang terletak di dataran tinggi ini memang berbeda dengan hutan lain yang berada di bawah 1000 mdpl yang terdapat di Petungkriyono. Kemungkinan butuh berhari-hari di dalam hutan Tlogohendro bila ingin menemukan kelompok owa jawa. Peluang untuk dapat berjumpa dengan kelompok owa jawa di hutan Tlogohendro ini kecil, karena besar populasi owa jawa di hutan dataran tinggi ini memang relatif rendah. Estimasi besar populasi owa jawa di hutan ini menggunakan metode vocal count yaitu 0,51 kelompok/km2 (radius efektif pendengaran= 0,7 km). Rendahnya populasi owa jawa di hutan ini dapat disebabkan karena letak hutan yang memasuki ketinggian diatas 1000 mdpl, dimana vegetasinya sudah tidak sebagus vegetasi di dataran rendah, keanekaragaman jenis penyusun vegetasinya mulai berkurang dan potensi sumber pakan bagi owa jawa juga berkurang.
Tetaplah terus bernyanyi menemani aktivitas warga Tlogohendro di pagi hari, dan mewarnai hutan negeri di atas awan .


Owa Jawa (Hylobates moloch)

No comments:

Post a Comment