Sunday, October 31, 2021

Merawat Warisan Alam : Hutan Mendolo

 Oleh : Arif Setiawan


Owa jawa, foto hasil monitoring di Mendolo, foto oleh Hudi

Desa Mendolo terletak di kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, lokasi ini masuk salah satu dari 16 lokasi prioritas untuk habitat Owa di Jawa Tengah ( Setiawan et al, 2012). Keberadaan owa di wilayah ini juga menjadi dasar untuk menentukan kegiatan konservasi jangka panjang untuk Owa jawa , yang dilakukan Swaraowa. Hutan Mendolo terletak di sekitar desa Mendolo, juga merupakan Kawasan hutan dengan status Hutan Produksi , yang masuk dalam pengelolaan Perum Perhutani, KPH Pekalongan Timur.

Berdasarkan survey terbaru tahun 2020 (Widyastuti et al 2020),  yang memodelkan prediksi keberadaan owa, berdasarkan tinjuaan kesesuaian habitat, kawasan ini merupakan habitat owa jawa, dengan kesesuaian tinggi, dengan nilai kemungkinan perjumpaan owa yang tinggi. Artinya hutan di kawasan ini sangat cocok untuk owa jawa tinggal, berdasarkan parameter prediksi seperti kelerengan, suhu, tutupan lahan, jarak terhadap pusat aktifitas manusia, seperti jalan, dan pemukiman.

 Melihat kawasan ini penting untuk habitat Owa jawa, skema yang sama dengan kegiatan sebelumnya di Sokokembang, untuk meningkatkan ekonomi dan praktik pertanian wana-tani, merupakan kegiatan yang dikembangkan di dusun ini untuk konservasi Owa. Awal mula kegiatan masuk di Desa Mendolo, pada tahunahun 2015,  ketika waktu itu  bersama  pemerintah daerah kabupaten Pekalonganuntuk inventarisasai flora dan fauna dilindungi , (https://swaraowa.blogspot.com/2015/09/survey-bersama-fauna-dan-flora.html )dan salah satu lokasi surveynya adalah Hutan Desa Mendolo. Sejak saat itu, tim swaraowa  secara rutin berkunjung ke Mendolo. Kegiatan-kegiatan kunjungan ini menjadi salah satu strategi kami membangun komunikasi dengan warga Desa terutama, untuk memetakan prioritas komotidas yang selanjutnya dapat di kembangkan, denga tujuan sebagai pendapatan ekonomi  sekaligus mendorong pelestarian hutan.

Owa jawa di hutan Mendolo, berdasarkan survey monitoring yang dilakukan berdasarkan suara (vocal count) terdapat kurang lebih 4 kelompok. Yang sebarannya terdapat di lokasi-lokasi bervegetasi alami dan susah di akses manusia, namun juga berada di kawasan yang budidaya agro-forest ( wana-tani), durian  dan kopi.


menikmati madu Mendolo


Desa,  Mendolo juga dikenal dengan penghasil durian,  Kawasan wana-tani durian ini tumbuh diantara pohon kayu alam, dimana durian merupakan komoditi yang dibudidayakan secara intensif, dan produk durian dari Desa ini mensuplai pasar-pasar durian Pekalongan dan sekitarnya ketika musim panen tiba. Meskipun penelitian tentang produktifitas durian dan faktor bio-ekologi  belum pernah di teliti, namun ada indikasi kalau produktifitas durian ini, terkait dengan keberadaan pollinator penyerbuk, seperti kelelawar, (baca liputan IDN Times tentang kelelawar di Hutan Mendolo ) dan serangga penyerbuk, seperti lebah-lebah. Salah satu produk komoditas yang terkait dengan wana-tani durian ini, adalah salah satunya madu, yang melimpah ketika musim bunga durian tiba. Hampir semua penduduk di desa ini terutama yang laki-laki adalah pemburu madu hutan.  Tradisi berburu madu hutan ini sudah turun-temurun dilakukan, madu juga menjadi konsumsi dan juga sumber ekonomi. Hasil survey awal untuk potensi madu hutan di des aini di tulis disini : https://swaraowa.blogspot.com/2019/08/tradisi-pemanenan-madu-hutan-desa.html. Berdasar kegiatan ini, akhirnya swaraowa dengan tim Beekeping , mulai memfokuskan kegiatan untuk mengangkat pengembangan budidaya jenis lebah tanpa sengat, atau klanceng. 

Sepah hutan (Pericrocotus flammeus)

Kadal punuk (Gonocephalus chamaeleontinus)

Gelatik batu kelabu (Lonchura oryzivora)

Paguyuban Petani Muda Mendolo  menjadi motor penggerakan pelestarian di mendolo, memupuk semangat kebersamaan dan kebanggaan akan hutan Mendolo. Berawal dari kegiatan pertemuan dengan di dusun Mendolo dan pelatihan di proses pasca panen di Swaraowa  Yogyakarta, rangkaian kegiatan anak-anak muda di desa mendolo ini terus muncul. Kegiatan perbaikan pasca panen kopi telah berhasil mendirikan “ Kopi Batir “, kewirausahaan kecil yang menghasilkan produk lokal dari kopi robusta dusun Mendolo. Seperti slogannya, “nepungke seduluran”, yang berarti kopi juga bertujuan mempererat persaudaraan, kegiatan PPM Mendolo juga membangun kesadaran generasi muda Mendolo untuk lebih peduli dan melestarikan hutan dan nilai penting keberadaan hidupan liar, sebagai penghuni hutan dan mengoptimalkan nilai penting keberadaannya sebagai penyedia jasa ekologi.

Kegiatan-kegiatan untuk memperkuat perlindungan Kawasan hutan pelan namun pasti terus dipupuk, inisiasi-insiasi dari warga untuk merawat alam.Kegiatan pengamatan primata,  burung, telah dan sedang di kembangkan di Mendolo ( foto-foto diatas adalah beberapa species yang di jumpai selama pengamatan) tujuannya adalah  untuk meningkatkan kapasitas generasi muda, mengenal hidupan liar penting disekitar desa, burung dan flora fauna juga merupakan asset desa yang harus di jaga kelestariannya, bukan tidak mungkin kemudian hari dapat mendatangkan keuntungan secara ekonomi yang lebih lestari.

Beberapa produk hasil kegiatan di dusun Mendolo dapat di peroleh melalui Kopi Batir dan Owa coffee. Meskipun masih dalam skala kecil, kopi dan madu hutan hasil budidaya warga dapat membantu memotivasi warga sekitar hutan dan mendukung kegiatan konservasi Owa dan pelestarian hutan di kawasan hutan Mendolo dan sekitarnya.


No comments:

Post a Comment