Friday, September 2, 2022

Peternak lebah perempuan : Inisiasi dari Sawahan untuk Keluarga dan Hutan

 Oleh : Sidiq Harjanto

Mengenalkan lebah klanceng untuk kelompok perempuan di Mendolo

Telah banyak artikel ilmiah maupun populer yang membahas mengenai manfaat budidaya lebah. Dua manfaat utama meliputi: manfaat ekonomi melalui penjualan produk-produk lebah, dan manfaat ekologi lewat jasa penyerbukan lebah. Mengenai jasa penyerbukan, dipercaya bahwa terdapat jasa lebah pada satu di antara tiga jenis makanan yang sehari-hari kita konsumsi.

Di Desa Mendolo, euforia meliponikultur sudah sedemikian terasa di kalangan kaum laki-laki. Mereka yang rata-rata merupakan pemanen madu hutan, merasa menemukan peluang baru lewat kegiatan budidaya. Tak heran, kini mereka berlomba-lomba untuk membudidayakan koloni-koloni lebah di kebun mereka masing-masing. Dengan membudidaya, keberlanjutan bisnis madu bisa lebih terjamin.

Lebah klanceng ( Heterotrigona itama)


Bergulirnya kegiatan budidaya lebah klanceng –atau kami menyebutnya meliponikultur- di desa penyangga habitat owa jawa, membuat kami tertantang untuk menggali lebih dalam manfaat aktivitas ini bagi kalangan masyarakat yang lebih luas. Maka pada 19 Agustus 2022, dibantu Paguyuban Petani Muda (PPM) Mendolo, kami mengajak kaum perempuan di Mendolo untuk ikut terlibat dalam hiruk-pikuk aktivitas perlebahan ini. Tidak ada bahaya sengatan dari lebah mungil tersebut memungkinkan siapa saja untuk memeliharanya, termasuk kaum perempuan.

Kami meyakini bahwa kaum perempuan menjadi kelompok strategis dalam memasyarakatkan budidaya lebah klanceng. Setidaknya jika dikaitkan dengan peran perempuan dalam unit keluarganya. Dalam keluarga petani, sosok ibu biasanya masih ikut bekerja di ladang atau kebun bersama suaminya, meskipun dalam porsi yang lebih ringan. Dalam pengasuhan anak, sosok ibu biasanya memiliki intensitas yang lebih besar dalam interaksi dengan putra-putrinya.

Mengenalkan teknik budidaya lebah klanceng

Melihat peran mereka dalam keluarga, kaum perempuan rasa-rasanya bisa mengoptimalkan manfaat lebah bagi manusia melalui meliponikultur. Pertama, keterlibatan perempuan dalam meliponikultur bisa mengoptimalkan manfaat ekonomi lebah. Produk lebah berupa madu maupun pollen punya nilai ekonomi tinggi untuk menambah pemasukan keluarga. Tentu saja, produk lebah yang dipanen ini disisihkan dahulu untuk keperluan sumber nutrisi bagi keluarga. Mengonsumsi madu dan polen menambah daya tahan tubuh sehingga menghindarkan keluarga dari sakit. Hal ini juga berarti bisa meminimalkan pengeluaran untuk biaya pengobatan.

Kedua, pemeliharaan lebah bisa dikombinasikan dengan penataan lingkungan kampung. Perempuan, yang umumnya lebih memperhatikan aspek keindahan dibandingkan laki-laki, bisa menjadi penggeraknya. Bayangkan, kampung yang dihias aneka jenis bebungaan tentu akan menarik hati siapa saja. Di sisi lain, nektar dan serbuk sari dari bebungaan merupakan sumber pakan bagi lebah. Aneka jenis tanaman sayur bisa diintegrasikan. Di satu sisi, beberapa jenis tanaman sayur seperti cabai dan terong bisa menjadi sumber pakan bagi lebah. Sementara di sisi lain, tanaman-tanaman itu mendapatkan bantuan penyerbukan dari para lebah.

Desa Sawahan, Mendolo


Ketiga, ada peluang untuk memanfaatkan lebah sebagai media pembelajaran bagi anak-anak. Banyak aspek kehidupan lebah yang bisa menginspirasi kita. Misalnya, kebiasaan lebah menyimpan madu dan roti lebah. Ini bisa diibaratkan sebagai kebiasaan menabung. Kita bisa belajar etos kerja kepada lebah sebagai serangga pekerja keras. Mereka beraktivitas sepanjang hari. Uniknya, pembagian kerja mereka juga tampak jelas. Ada ratu lebah sebagai pemimpin, lalu lebah perawat yang mengurusi lebah-lebah uda yang baru saja menetas. Ada kumpulan lebah penjaga yang memastikan keamanan sarang. Pada fase alhir, lebah-lebah yang paling senior bertugas mencari dan mengumpulkan pakan.

Harapan kami, pengenalan meliponikultur bagi kaum perempuan di Mendolo bisa menjadi pintu masuk baru dalam menggugah kesadaran kritis masyarakat di sekitar hutan dalam pengelolaan sumber daya alam secara lestari, sekaligus berwirausaha mandiri yang mendukung konservasi. Melalui pembudidayaan lebah, semua kalangan masyarakat diajak untuk mengembangkan potensi masing-masing dengan cara yang unik. 

Program pengembangan budidaya lebah untuk perempuan ini, merupakan bagian dari kegiatan konservasi Owa Jawa di Jawa Tengah, SwaraOwa tahun 2022-2023 yang di dukung oleh Mandai Nature dan Fortwayne Children's Zoo.


No comments:

Post a Comment