Sunday, July 15, 2018

SwaraOwa di Kongress Asosiasi untuk Biologi Tropis dan Konservasi 2018


Bertemu dengan komunitas global, merupakan salah satu sumber pengetahuan yang selama ini  sangat berguna untuk membangun jaringan di tingkat internasional untuk pelestarian Owa di Indonesia. Hal itu sangat terasa sekali ketika swaraowa menghadiri acara kongres tahunan Associatio for Tropical Biodiversity and Conservation  (ATBC) tanggal1-5 Juli 2018 di Kuching, Sarawak, Malaysia.
Acara ini adalah pertemuan para peneliti, akademisi, pegiat konservasi, pemerintah, NGO, untuk mempresentasikan, ide, hasil penelitian, kisah sukses dan juga  tantangan kegiatan konservasi untuk keanekaragaman hayati di berbagai tipe habitat, di banyak negara-negara tropis asia pasifik. Kurang lebih ada 800 peserta terdaftar di acara ini,mewakili  60 negara.
Poster presentasi, di kongress ATBC Kuching, Sarawak, Malaysia 2018

Acara ini swaraowa membawa poster presentasi tentang kegiatan pengembangan komunitas disekitar habitat asli primata terancam punah di Jawa Tengah (Owa jawa) dan Kepulauan Mentawai (Bilou). Baca disini presentasi poster kami berjudul “ Grassroot initiative for conservation of Endangered Gibbon in Mentawai and Java” .  Kesempatan bertemu dengan para ahli, belajar metode-metode penelitian, aplikasi teknologi untuk konservasi dan lebih khusus lagi berjumpa dengan pemerhati primata dari berbagai negara menjadi ajang saling bertukar informasi dan membangun jaringan untuk pelestarian keanekargaman hayati. Saling menguatkan bahwa kita mempunyai keanekaragaman hayati yang menjadi identitas kita di komunitas global.

Meskipun kami terlambat 2 hari di acara ini, baru datang dan mempresentasikan kegiatan kami di hari ke-tiga, masih banyak presentasi-presentasi yang menarik untuk di ikuti. Beberapa presentasi yang sempat  kami ikuti mulai hari ke 3, di antaranya : presentasi dari salah satu keynote speaker berjudul “ Supermarkets – Superhigways : The wildlife trade in Southeast Asia, oleh Kanitha Krishnasamy (TRAFFIC), dan sungguh kalau melihat langsung presentasi ini betapa satwaliar bisa dibilang adalah komoditas yang nilai ekonominya sangat tinggi, dan ini melalui pasar illegal global. Perdagangan satwaliar inilah, yang menghilangkan populasi di alam, melalui jaringan kriminal global, asia tenggara, sebagai pusat keanekargaman hayati tropis, ternyata juga menjadi jalur perdangangan utama, tempat transit, transaksi dan konsumen dari perdagangan satwaliar di asia sendiri, bahkan dunia.Beruntung sekali menemukan rekaman presentasi ini di youtube, simak disini :



Ada presentasi lain, tentang prediksi kepunahan beberapa species mamalia di sunda land, terkait dengan teori island biogeography dan pengaruh manusia, di presentasi ini menyebutkan Owa dari Mentawai (Hylobates klossii) yang di prediksi mengalami kepunahan di massa mendatang. Presentasi-presentasi tentang community development dan pembangunan berkelanjutan juga menjadi topik khusus juga dan sepertinya juga di beberapa tahun kedepan akan mejadi tema besar dan terus berkembang, melihat banyaknya presentasi di bidang ini, 3 hari terakhir symposium.

Simposium khusus tentang penelitian dan konservasi jenis-jenis Owa di hari terakhir, kami melakukan live tweet di acara ini, baca thread nya disini :


informasi lebih lanjut baca di http://atbc2018.org/

No comments:

Post a Comment