Tuesday, March 25, 2025

Mengenalkan salah satu burung paling terancam punah di dunia untuk siswa di Mendolo

 Oleh : Imam Taufiqurrahman

Siswa SD Negeri Mendolo unit Lokal Sawahan memamerkan hasil mewarnai raja-udang kalung-biru
 didampingi Kepala Sekolah dan anggota PPM Mendolo, 19 Maret 2025.


Selama dua hari, pada 19-20 Maret 2025, Yayasan SwaraOwa bersama Paguyuban Petani Muda (PPM) Mendolo melakukan kunjungan (school visit) ke Sekolah Dasar Negeri Mendolo. Kegiatan yang menjadi bagian dari program konservasi raja-udang kalung-biru (Alcedo euryzona) ini berupaya untuk mengenalkan burung berstatus Kritis , salah satu burung yang paling terancam punah di dunia, tersebut untuk  para siswa setempat.

Di hari pertama, kegiatan berlangsung di SD Negeri Mendolo Lokal Sawahan, Dusun Sawahan. Terdapat 18 murid di unit tempat siswa Kelas 2, 4, dan 6 itu bersekolah. Hari berikutnya giliran SD Negeri Mendolo Induk, berlokasi di Dusun Mendolo Wetan, yang dikunjungi. Terdapat total 58 siswa jenjang Kelas 1, 3, dan 5 yang bersekolah di sana. Namun, kunjungan di hari kedua tersebut hanya diikuti oleh siswa Kelas 3 dan 5 yang berjumlah 26 murid. Sehingga, total terdapat 44 siswa yang mengikuti kegiatan pengenalan raja-udang kalung-biru ini.

Kegiatan berlangsung pada dua hari terakhir aktivitas belajar mengajar sebelum memasuki libur lebaran. Para siswa menyambut hangat dan tampak antusias mengikti rangkaian kegiatan. Ajang ini sekaligus menjadi sarana berbagi cerita serta pengalaman para anggota PPM Mendolo kepada siswa-siswa yang notabene merupakan anak, adik, maupun kerabat dekat mereka sendiri.

Pemaparan pengenalan raja-udang kalung biru oleh Alex Rifa’i
pada siswa Kelas 3 dan 5 SD Negeri Mendolo, 20 Maret 2025.

Alex Rifa’i, Koordinator Konservasi PPM Mendolo, memberi paparan tentang seluk-beluk raja-udang kalung-biru. Ia menjelaskan bahwa endemik Jawa nan langka tersebut hanya dapat ditemukan di beberapa lokasi saja, dan Kali Wisnu yang melintasi desa mereka menjadi salah satunya. Suatu keistimewaan yang patut dibanggakan, menandakan sungai, hutan, dan lingkungan di sekitar desa masih terjaga baik.

Paparan dilanjutkan oleh Cashudi, Ketua PPM Mendolo. Ia menjelaskan butir-butir hasil kesepakatan warga Dusun Sawahan dalam melindungi ikan, burung, dan primata yang ada di desa, termasuk juga sungai, hutan, dan pepohonan.

Usai pemaparan, para siswa diajak untuk menyalurkan kreativitas mereka dalam kegiatan mewarnai raja-udang kalung-biru. Mereka dibebaskan untuk membubuhi warna yang mereka suka pada lembar gambar yang tersedia. Cerminan kreasi terlihat pada hasil gambar yang sangat beragam.

 

Siswa Kelas 3 dan 5 memamerkan hasil mewarnai raja-udang kalung-biru, 20 Maret 2025.

Kepala Sekolah SD Negeri Mendolo, Bapak Untung Prasetyo
 saat menerima kenang-kenangan, 19 Maret 2025.


Kepala Sekolah SD Negeri Mendolo, Bapak Untung Prasetyo, mengapresiasi kreasi anak-anak didiknya dengan meminta mereka menempelkan karya di ruang kelas masing-masing. Kegiatan yang mendapat dukungan dari ASAP dan OBC ini lantas ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan berupa foto jantan dan betina raja-udang kalung-biru oleh Ketua PPM Mendolo pada kepala sekolah.

 

 

  

No comments:

Post a Comment