Wednesday, June 30, 2021

Inisiasi pelestarian Hutan Tololago, Siberut

 oleh : Damianus Tateburuk, Arif Setiawan


Hutan di sekitar dusun Tololago Siberut Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya dan alam pada umumya di Kep.Mentawai. Kegiatan yang di motori oleh tim Malinggai Uma, Mentawai Di Siberut Selatan, telah menambah motivasi semangat untuk membangun inisiasi pelestarian alam dan budaya dari tingkat bawah. Meskipun terkendala jarak dan situasi pandemic, hasil diskusi secara daring dapat merumuskan kegiatan-kegiatan yang sepenuhnya dilaksankan oleh Tim Malinggai Uma.

Penandatanganan kesepakatan bersama untuk melestarikan hutan Tololago
 dengan suku pemilik lahan disaksikan pemerintah Desa Tololago.

 Tanggal 4-16 Mei 2021, tim Malinggai melakukan kegiatan lapangan bersama dengan warga Desa Tololago, untuk mencoba mensosialisasikan pentingnya hutan dan satwaliar yang ada di sekitar desa ini untuk waktu-waktu yang akan datang.  Memperkuat nilai penting keberadaan hutan, pohon-pohon, satwaliar, termasuk primata dan jenis-jenis burung akan memperkuat potensi Desa dan Suku pemilik lahan degan mengelola dengan cara-cara yang bijaksana dan lestari.Pertemuan dengan suku terbesar pemilik lahan di sekitar desa Tololago, pembicaraan dengan pemerintah desa dan kecamatan,  menyampaikan potensi-potensi keanekargaman hayati yang telah di ungkap dari survey-survey kegiatan sebelumnya. Melalui pertemuan ini diperoleh kesepakatan tertulis yang di pahami bersama untuk berkomitmen dan saling mendukung kegiatan pelestarian hutan di Tololago, dilanjutkan dengan kegiatan pemasangn papan himbauan untuk melestarikan hutan dan larangan merusak hutan.

Otus mentawi


Pernis ptilorhynchus

Simias concolor

Presbytis potenziani siberu


Survey juga dilakukan di beberapa jalur hutan Tololago dan menjumpai langsung primata endemik Mentawai , Simakobu ( Simias concolor) dimana IUCN telah mengkategorikan dalam status kritis ( Critically endangered), Bilou ( Hylobates klossii), Joja ( Presbytis potenziani siberu) burung  pemangsa Sikemadu asia ( Pernis ptilorhynchus), burung hantu mentawai ( Otus mentawi).  Jenis-jenis tersebut merupakan diantara sekian jenis-jenis asli Mentawai yang mempunyai potensi untuk mengundang orang ingin melihat lansung dan meluangkan biaya untuk rangkaian kegiatan pengamatan di hutan. Apabilah hal ini juga dapat dikelola dengan baik juga berpotensi untuk mendukung ekonomi untuk warga sekitar hutan dan mendukung kegiatan pelestarian jenis-jenis terancam punah dengan kegiatan wisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mendorong upaya pelestarian hutan dan satwaliar termasuk memperkuat nilai budaya asli, dari sisi kebijakan daerah, yang juga menjaga keanekargaman tinggi diluar kawasan konservasi yang sudah ada.


pemasangan papan himbauan ajakan untuk melestarikan hutan
dan satwaliar dalam bahasa mentawai


Kegiatan di Tololago ini juga merupakan pembinaan generasi muda yang berada di wilayah kerja Mallinggai Uma, dengan melibatkan anak-anak muda untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengenalan pengamatan satwaliar, dengan harapan dapat memotivasi kegiatan kegiatan pelestarian alam dan budaya selanjutnya.


No comments:

Post a Comment