Friday, July 14, 2023

SwaraOwa: Membangun kerjasama Global untuk pelestarian Owa

 oleh : Arif Setiawan


foto bersama mitra pendiri GGN

Tanggal 7-9 Juli 2023, Haikou, Hainan China, swaraowa membuat sejarah di tingkat internasional dengan bergabung dalam aliasi konservasi jenis-jenis Owa di Dunia, yang bernama Global Gibbon Network ( GGN). Latar belakang terbentuknya kerjasama ini adalah karena keberadaan 20 jesni Owa di dunia, sebagai salah satu elemen penting di Asia tropis, yang tersebar di 11 negara endemik asia, dimana keberadaan owa di habitat aslinya sangat penting karena juga merupakan pusat keanekaragaman hayati yang terus mengalami ancaman. Seperti jenis kera lainnya, Owa sangat unik,dengan perilaku dan ke khasan habitat yang digunakannya,memiliki ikatan keluarga yang kuat. Sayangnya sejak tahun 1900 an distribusi dan populasi telah turun drastic, dengan populasi-populasi yang kecil di semua hutan tropis asia.

Indonesia sebagai negara terbesar dalam jumlah jenis owa, 45 % owa dunia ( 9 jenis) ada di Indonesia, dan kondisinya sebagian ada yang terlindungi dalam kawasan konservasi namun masih bayak sebagaian lainnya habitatnya belum terlindungi sepenuhnya diluar kawasan konservasi, bahkan 2 jenis owa di Indonesia di Kalimantan barat , Hylobates abbotti dan Hylobates funnerreus di kalimatan utara belum masuk dalam daftar jenis satwa dilindungi undang-undang. Ancaman terus terjadi karena hilangnya habitat hutan dan perdagangan.

 Global Gibbon Network pertama kali diinisiasi pada tahun 2020 (selama pandemic) dan di motori dua Lembaga di  China melalui Ecofoundation Global dan Hainan Institute of National Park. Seri pertemuan  selanjutnya dilakukan secara online dan mengundang secara resmi Lembaga-lembaga lainnya di habitat owa untuk bergabung bersama sebagai mitra pendiri dan di umumkan di acara hari owa sedunia tanggal 24 october 2022, bersama dengan IUCN Section onSmall Ape.  Keikut sertaan swaraowa dalam hal ini adalah karena kesamaan visi dan misi dalam melestarikan owa.

Pertemuan tanggal 7-9 Juli 2023, adalah pertemuan offline pertama yang dilakukan GGN sebagai sebuah  organisasi dengan mitra-mitra pendirinya. Acara ini disponsori oleh Eco Foundation Global dan Hainan institute of National Park yang mengundang secara resmi untuk kedatangan perwakilan mitra pendiri di Haikou, Hainan Island. Hainan Island dipilih juga karena merupakan habitat owa paling langka di dunia Hainan Gibbon ( Nomascus hainanus) yang saat ini populasinya hanya tersisa 37 individu.

presentasi tentang konservasi Owajawa di hadapan peserta GGN meeting

Bertempat di Pullman Hotel Haikou, ibu kota provinsi Hainan, hampir 120 pakar dan peneiti dan pegiata konservasi Owa dari sepuluh negara dan wilayah serta perwakilan dari lima belas organisasi dan yayasan internasional  sebagai mitra pendiri GGN berkumpul untuk membahas pembuatan mekanisme konservasi jangka panjang untuk owa.

Saya mewakili swaraowa dalam pertemuan ini sebagai salah satau keynote speaker menyampaikan pengalaman kegiatan swaraowa untuk Owajawa  (Hylobates moloch) di Pekalongan melalui pendekatan entrepreneur dan konservasi yang telah dilakukan swaraowa selama kurang lebih 10 tahun, sebagai contoh inisiasi konservasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi produk hasil hutan sekitar habitat owa, dengan pelibatan masyarakat lokal dan sekaligus untuk perlindungan habitat owa di luar kawasan konservasi.  Proyek Kopi Owa yang dibangun dari tingkat grassroot hingga pasar global menjadi contoh untuk sekema pendanaan mandiri untuk konservasi Owa di jawa tengah.

Selain itu saya juga menyampaikan kegiatan working group owa Indonesia yang sedang menyusun road map untuk konservasi 9 jenis Owa di Indonesia, dimana roadmap ini disusun oleh praktis dan peneliti untuk tujuan menyediakan  panduan bagi pihak-pihak terkait yang mempunyi konsern untuk konservasi owa dengan berbagai rencana pembangunan, perubahan iklim, komoditas dan kebijakan ditingkat nasional dan  daerah.

perwakilan organisasi pendiri GGN berfoto di kantor sekertariat GGN

Pertemuan ini juga sekaligus meresmikan secretariat GGN yang berada di Gedung di Hainan Institute of National Park. Selanjutnya tim secretariat akan di bentuk dan di koordinasikan dari sini untuk operasional kegaitan GGN selanjutnya.

Acara pertemuan mitra pendukung ini, ditutup dengan kunjungan ke Bawangling Nature reserve yang menjadi habitat Owa Hainan, selama 70 tahun terakhir populasi owa di pulau ini yang awalnya tersebar di seluruh bagian hutan di pulau, turun drastis hingga 99.9 %, dan pada tahun 1950 an tercatat hanya ada 7-8 individu saja.  Hilangnya hutan menjadi alasan utama untuk kepunahan owa Hainan. Namun berkat upaya berbagai pihak dan pemerintah china, populasinya saat ini meningkat menjadi 37 individu, yang tersebar dalam 5 kelompok.

sudut kota Hainan dengan mural owa hainan yang langka

Waktu yang cukup singkat hanya setengah hari, tidak memungkinkan untuk melihat langsung owa Hainan, kami di ajak melihat pusat informasi dan sebagian lokasi di Bawangling yang menjadi kunjungan wisata. Kami diajak berdiskusi dengan perwakilan tim lapangan dan yang sangat mencengangkan adalah peralatan monitoring real time yang di gunakan untuk memantau Hainan gibbon. Command control room ini terhubung dengan kamera-kamera yang bekerja secara otomasi memantu pergerakan Hainan gibbon. Dukungan sumberdaya yang sangat canggih untuk membantu kegiatan pelestarian Owa Hainan.